Pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mematangkan strategi besar menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Paser. Fokus utama organisasi kini terbagi pada dua cabang olahraga andalan, yakni balap motor dan Mini 4WD.

Optimisme IMI Kukar terhadap cabang Mini 4WD bukanlah tanpa dasar. Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut sebelumnya, atlet Mini 4WD asal Kukar berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas. Meski saat itu masih berstatus eksibisi, pencapaian tersebut menjadi modal berharga bagi para atlet, seperti Fandrayoda Kastara Gafila, Tayyib Sultan, Nofan, dan Riki Nur Fazri untuk kembali berjaya di panggung provinsi.

Sekretaris Pengcab IMI Kukar, Adji Ades Caritabuana, menjelaskan bahwa dua kelas akan dipertandingkan dalam Mini 4WD, yaitu kelas Dash dan Tuned. Pihaknya optimistis bahwa performa para atlet dapat memberikan hasil maksimal bagi perolehan medali Kutai Kartanegara dalam kompetisi resmi mendatang.

Di sisi lain, cabang olahraga balap motor tetap menjadi tumpuan IMI Kukar untuk mendulang prestasi. Berkaca pada Porprov di Berau sebelumnya, Kukar sukses membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu di nomor U16-U19. Target mempertahankan, bahkan melampaui raihan tersebut tetap menjadi prioritas utama meskipun terdapat kendala teknis.

Tantangan muncul menyusul keputusan panitia penyelenggara Porprov Paser yang meniadakan kelas Expert U23-U40 dalam cabang balap motor dengan alasan efisiensi anggaran. Padahal, nomor tersebut diproyeksikan sebagai lumbung medali bagi Kukar. Menyikapi hal tersebut, IMI Kukar memilih untuk tetap fokus memaksimalkan pembinaan pada kelas-kelas tersisa demi mengharumkan nama daerah di ajang olahraga terbesar di Kalimantan Timur ini.