Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menangani dugaan insiden keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. BGN memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan perawatan medis secara optimal di sejumlah fasilitas kesehatan setempat.
Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, meninjau langsung kondisi para korban di Puskesmas Depapre, Aula Kantor Distrik Depapre, dan RSUD Yowari. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan layanan medis sekaligus memberikan dukungan moral kepada para pasien dan keluarga mereka.
Sebagai langkah tegas, BGN telah menghentikan sementara operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel Papua. Keputusan ini diambil setelah inspeksi mendadak menemukan sejumlah kelemahan dalam proses penyediaan makanan, yang kemudian berujung pada teguran keras bagi koordinator wilayah dan pengelola dapur.
Hingga Jumat sore, tercatat sebanyak 219 warga penerima manfaat harus menjalani perawatan medis di berbagai rumah sakit dan puskesmas. Mayoritas pasien dirawat di RSUD Yowari dan Puskesmas Depapre, sementara beberapa lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan demi mendapatkan penanganan lebih intensif.
Dugaan awal menunjukkan bahwa insiden ini dipicu oleh penurunan kualitas menu tempe bacem yang dimasak terlalu dini. Kendati demikian, BGN meminta semua pihak menunggu hasil resmi uji laboratorium guna mengidentifikasi penyebab pasti peristiwa ini secara akurat.
Evaluasi komprehensif ini diharapkan dapat menjadi momentum perbaikan sistem pengawasan mutu dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) pangan. Langkah ini krusial demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh penerima manfaat program prioritas pemerintah tersebut di masa mendatang.