Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah nasional. Melalui program kolaboratif Riset Kesehatan di Lingkungan Pesantren (RISKESTREN), civitas akademika kampus keagamaan ini berhasil merampungkan laporan akhir penelitian strategis mengenai dinamika kesehatan di lingkungan pondok pesantren.
Riset bertajuk "Orientasi Seksual Santri: Tantangan dan Implikasi dalam Upaya Kesehatan Pesantren" ini digarap oleh Lely Kholilatul Khasanah, mahasiswa Program Studi Tadris Biologi, di bawah bimbingan Dr. Abdillah Fatkhul Wahab, M.Kes. Tim peneliti UIN KHAS Jember ini juga diperkuat oleh Hafi Atirza Hasbiah dan Feni Betriana, yang bekerja sama langsung dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Yayasan Santri Peduli Negeri (SAPIN).
Keterlibatan UIN KHAS Jember dalam program ini terbilang istimewa. Kampus ini berhasil lolos seleksi ketat berskala nasional yang diikuti oleh puluhan perguruan tinggi ternama di Indonesia. UIN KHAS Jember bersanding dengan universitas-universitas papan atas seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Jember (Unej), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Penuntasan riset ini ditandai dengan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan III pada akhir Juli 2026. Dalam tahapan krusial tersebut, tim peneliti memaparkan laporan akhir, laporan keuangan, serta capaian luaran penelitian di hadapan para penilai. Tak hanya selesai sebagai laporan di atas kertas, luaran dari riset ini juga berhasil menembus publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi Sinta 3.
Pencapaian ini diharapkan mampu memicu gairah riset di kalangan mahasiswa UIN KHAS Jember lainnya. Terlebih, kampus kini telah didukung oleh unit pusat studi pesantren yang siap mewadahi berbagai proyek kolaboratif ke depan. Langkah konkret ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori di ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan sumbangsih nyata bagi dunia akademis dan masyarakat luas.