Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMK Negeri 1 Rekayasa dan Teknologi Kabupaten Boven Digoel mengambil langkah strategis dalam membina mental peserta didik baru. Sekolah kejuruan ini memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk meletakkan fondasi karakter, disiplin, dan tanggung jawab yang kuat bagi para siswa.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 17 Juli 2026 ini, diikuti oleh 261 siswa baru yang tersebar di empat program keahlian. Agenda tahunan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 1 Rekayasa dan Teknologi Boven Digoel, Prodensia Bapa, di aula sekolah.
Dalam arahannya, Prodensia Bapa menekankan bahwa MPLS bukan sekadar formalitas pengenalan fisik sekolah, melainkan fase krusial dalam membentuk kesiapan mental siswa. Menurutnya, karakter yang tangguh, etos kerja tinggi, dan kedisiplinan merupakan modal utama yang wajib dimiliki oleh siswa pendidikan vokasi sebelum nantinya terjun ke dunia industri maupun melanjutkan studi.
Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, pihak sekolah berkolaborasi dengan berbagai instansi lintas sektor. Satuan Lalu Lintas Polres Boven Digoel hadir memberikan edukasi tertib berlalu lintas, sementara Koramil setempat melatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) guna memupuk jiwa korsa dan wawasan kebangsaan. Selain itu, petugas kesehatan dari Puskesmas turut membekali siswa mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Ketua Panitia MPLS, Yohanes B. Ohoiwutun, menjelaskan bahwa materi dalam ruang kelas diimbangi dengan pembiasaan langsung di lapangan. Siswa baru dibiasakan mengikuti apel pagi, menaati regulasi sekolah, serta menghormati seluruh elemen pendidik guna membangun atmosfer belajar yang kondusif dan saling menghargai.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa baru dapat segera beradaptasi dengan ritme pembelajaran vokasi. Kerja sama dengan orang tua juga diharapkan tetap terjalin erat demi mengawal tumbuh kembang anak menjadi pribadi berkarakter yang siap bersaing di tengah tantangan zaman.