Jakarta — Era keemasan kolaborasi antara Francesco Bagnaia dan Ducati resmi memasuki babak akhir. Pabrikan asal Borgo Panigale tersebut mengonfirmasi bahwa pebalap asal Italia itu tidak akan lagi mengenakan seragam merah setelah musim 2026 berakhir. Keputusan ini mencuat di tengah langkah Ducati yang sebelumnya telah mengamankan masa depan Marc Marquez melalui perpanjangan kontrak.

Selama delapan musim bersama Ducati, Bagnaia telah mengukir jejak yang sulit terlupakan. Pebalap berusia 29 tahun itu berhasil merebut dua gelar juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023, sekaligus menjadi sosok kunci yang mengembalikan kejayaan Ducati setelah puasa gelar selama 15 tahun. Catatan statistiknya pun berbicara lantang: 31 kemenangan — terbanyak di antara seluruh pebalap yang pernah membela Ducati — ditambah 62 podium dan 28 pole position.

CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicalli, menyampaikan penghargaan yang mendalam terhadap kontribusi Bagnaia. "Pecco telah menorehkan bab penting dalam sejarah olahraga Ducati. Dia tumbuh bersama kami, percaya, dan memberikan kontribusi yang bisa mengembalikan Desmosedici GP ke puncak MotoGP, sekaligus merebut kembali gelar juara untuk Borgo Panigale yang telah hilang selama 15 tahun," ujar Domenicalli sebagaimana dikutip dari laman resmi MotoGP.

Domenicalli juga memuji karakter personal sang pebalap. Menurutnya, bakat luar biasa Bagnaia yang dipadukan dengan sikap hormat terhadap tim, keramahan, serta profesionalisme tinggi menjadikannya salah satu figur terpenting dalam sejarah Ducati. "Kami yakin ia akan terus memberikan yang terbaik hingga hari terakhirnya mengenakan seragam merah. Ia menjalani musim ini dengan tekad dan semangat yang sama yang telah menjadikannya seorang juara yang dicintai oleh kami dan para penggemar Ducati di seluruh dunia," tambahnya.

Di sisi lain, Ducati memilih mengamankan masa depan bersama Marc Marquez dengan memperpanjang kontraknya hingga musim 2028. Keputusan ini memastikan Marquez akan menjadi ujung tombak Ducati saat MotoGP memasuki era regulasi baru dengan kapasitas mesin 850 cc dan penggunaan ban Pirelli mulai 2027.

Soal destinasi berikutnya, Bagnaia belum secara resmi mengumumkan pilihannya. Namun, spekulasi kuat mengarah pada Aprilia sebagai pelabuhan baru sang juara dunia dua kali tersebut. Bagnaia dikabarkan akan mengisi posisi yang ditinggalkan Jorge Martin, yang diyakini akan berpindah ke tim pabrikan Yamaha. Apabila rumor ini terwujud, Bagnaia akan menjalani reuni menarik dengan Marco Bezzecchi di garasi Aprilia. Keduanya merupakan alumni akademi balap milik Valentino Rossi, VR46, dan Bezzecchi sendiri telah lebih dulu memastikan komitmennya bersama Aprilia untuk musim mendatang.