Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat (PKM) guna mengatasi tingginya biaya pakan ikan yang kerap membebani para pembudidaya. Melalui hilirisasi teknologi Solar Tunnel Dryer (STD), tim akademisi mendampingi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Taruna di Desa Varia Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, untuk memproduksi pakan secara mandiri.

Selama ini, para peternak ikan gurame dan lele di wilayah tersebut sangat bergantung pada pakan pabrikan yang menyerap sekitar 55 hingga 65 persen dari total biaya operasional. Akibat tingginya beban pengeluaran tersebut, sebanyak 4 dari 10 kolam budidaya milik kelompok tani setempat terpaksa berhenti beroperasi. Melihat kondisi ini, UNU Lampung menawarkan solusi pemanfaatan limbah kulit pisang lokal yang melimpah sebagai bahan baku alternatif pakan ikan.

Dosen Teknik Elektro UNU Lampung, Dr. Frendi Maulana, M.Si., menjelaskan bahwa teknologi STD memanfaatkan energi matahari secara optimal untuk mengeringkan kulit pisang dalam kondisi yang lebih terkendali. Metode pengeringan tertutup ini diklaim jauh lebih efisien dibandingkan penjemuran tradisional di area terbuka, sekaligus menjaga higienitas dan kualitas nutrisi bahan baku pakan.

Tidak hanya memperkenalkan alat pengering berbasis surya, tim pengabdi juga membekali anggota Gapoktan dengan serangkaian pelatihan komprehensif. Pelatihan tersebut mencakup teknik formulasi pakan menggunakan metode Pearson Square, pengoperasian mesin penepung dan pencetak pelet, pengemasan vakum agar produk tahan lama, hingga manajemen keuangan seperti penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP).

Program inovatif ini didukung oleh dana hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2026 sebesar Rp40 juta. Diusulkan oleh kolaborasi dosen lintas disiplin ilmu—Endang Sri Utami, M.Si. (Perikanan), Dr. Frendi Maulana (Teknik Elektro), dan M. Khoirudin, M.Pd. (Teknologi Hasil Perikanan)—langkah ini diharapkan dapat mewujudkan kemandirian pakan ikan yang berkelanjutan di tingkat desa.