Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorong peningkatan mutu dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri secara masif. Langkah strategis ini dinilai krusial guna merespons tingginya arus investasi berbasis teknologi tinggi dari China yang masuk ke tanah air.
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menyatakan bahwa sektor usaha di Indonesia siap memperluas kolaborasi dengan korporasi asal China. Kerja sama ekonomi kedua negara terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Juni 2026, nilai perdagangan bilateral telah menembus angka 101 miliar dolar AS dengan surplus bagi Indonesia mencapai 5,6 miliar dolar AS. Sementara itu, realisasi investasi China di Indonesia pada periode yang sama hampir menyentuh angka 10 miliar dolar AS.
"China memegang peran sebagai mitra dagang serta investasi utama bagi Indonesia. Kami memandang peluang untuk mendatangkan lebih banyak investor dari sana masih sangat terbuka lebar," ungkap Shinta usai menghadiri pertemuan bersama delegasi bisnis RRT di Jakarta.
Kendati demikian, Shinta menegaskan bahwa masuknya modal asing harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja lokal. Oleh sebab itu, ia mendorong adanya kolaborasi bilateral khusus di bidang pendidikan dan pelatihan kerja untuk memastikan terjadinya transfer teknologi yang optimal, sehingga pekerja Indonesia siap menjawab tantangan industri modern.