SLEMAN — Puluhan guru Bimbingan dan Konseling (BK) Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Sleman berkumpul untuk menyelaraskan persepsi dan meningkatkan kapasitas dalam menangani problem psikologis remaja. Langkah taktis ini diwujudkan melalui Workshop Kesehatan Mental Remaja yang diinisiasi oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) MTs Sleman pada Selasa (4/8/2026) di Sleman, Yogyakarta.

Agenda strategis tersebut diikuti oleh sedikitnya 42 pendidik dari berbagai madrasah negeri dan swasta. Di antara para peserta, utusan dari MTs Negeri 3 Sleman, Wiwin Subiyarni dan Dwi Rahayu, turut hadir secara aktif untuk menyerap materi serta metode konseling terbaru demi mengoptimalkan pelayanan kepada peserta didik.

Hadir sebagai pemateri utama, Pengawas BK Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Moh. Afif, menekankan bahwa peran guru BK sangat krusial dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan emosional siswa. Ia mengimbau para guru agar menerapkan pendekatan yang adaptif serta memiliki kepekaan terhadap gejala awal gangguan psikologis pada remaja.

Senada dengan hal itu, Ketua MGBK MTs Kabupaten Sleman, Rita Tiaswari, mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir. Menurutnya, forum ini tidak hanya menjadi wadah peningkatan kompetensi, melainkan juga ruang konsolidasi yang penting guna membangun sinergi antarguru BK di wilayah Sleman.

Melalui pelatihan intensif ini, diharapkan para guru BK dapat mengaplikasikan strategi praktis dalam merespons dinamika kesehatan mental siswa. Komitmen bersama ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan ekosistem pendidikan madrasah yang sehat secara mental, sosial, dan emosional.