Upaya transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan produktif mulai dirintis di Kabupaten Aceh Selatan. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Aceh bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) setempat meluncurkan gerakan tanam perdana padi menggunakan metode modern Adventure Agriculture System (PM-AAS) di Desa Paya Dapur, Kecamatan Kluet Timur.

Penerapan teknologi PM-AAS ini dirancang untuk mendukung program akselerasi swasembada pangan nasional yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Melalui metode ini, para petani diharapkan dapat mengadopsi teknik budidaya padi yang lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya mampu mendongkrak hasil panen secara berkelanjutan.

Kepala BBRMP Aceh, Firdaus, optimistis bahwa adopsi sistem modern ini akan memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan daerah. Ia juga mengimbau para petani yang terlibat langsung dalam kegiatan ini untuk menjadi agen perubahan (Training of Trainer) bagi kelompok tani lainnya, sehingga transfer teknologi ini dapat meluas secara merata di Aceh Selatan.

Di sisi lain, Kepala Distannak Aceh Selatan, Zulkifli Nur, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program ini. Namun, ia juga menggarisbawahi tantangan di lapangan, khususnya keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor roda dua dan empat yang sangat krusial untuk mempercepat proses pengolahan lahan dan memperpendek masa bera.

Kegiatan sosialisasi dan tanam perdana ini juga dihadiri oleh unsur Muspika Kluet Timur dan perwakilan kelompok tani setempat. Adapun pemaparan teknis mengenai sistem PM-AAS dibimbing langsung oleh Husani Yusuf selaku Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Berkelanjutan Kementerian Pertanian untuk wilayah Kabupaten Aceh Selatan.