Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sejumlah peserta melaporkan pengalaman mereka dalam mengakses layanan kesehatan yang mudah dan sepenuhnya gratis, mulai dari perawatan rutin hingga tindakan darurat di fasilitas kesehatan setempat.

Salah satu bukti nyata dirasakan oleh Supandi (69), warga yang telah lama menjadi peserta JKN. Ia menuturkan bahwa kartu kepesertaannya sangat krusial saat menangani berbagai kondisi medis, mulai dari pengobatan bronkitis kronis hingga perawatan intensif akibat patah tulang yang ia alami pada awal tahun 2026. Seluruh biaya rumah sakit, termasuk prosedur rontgen dan rawat inap di RSUD dr. Soedirman, ditanggung sepenuhnya oleh program pemerintah tersebut.

Syarif (41), putra yang mendampingi Supandi selama masa pengobatan, turut mengapresiasi profesionalisme tenaga medis. Menurutnya, tidak ada perbedaan perlakuan atau diskriminasi terhadap pasien JKN dibandingkan dengan pasien umum. Pelayanan yang diberikan oleh dokter dan perawat tetap optimal, memberikan ketenangan bagi keluarga di tengah situasi medis yang sulit.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa kesetaraan pelayanan adalah hak mendasar setiap peserta JKN. Ia memastikan bahwa selama pasien mengikuti prosedur dan indikasi medis yang berlaku, tidak akan ada perbedaan kualitas pelayanan maupun biaya tambahan yang dibebankan kepada peserta, termasuk bagi mereka yang tergolong dalam kategori PBI.

Lebih lanjut, pihak BPJS Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk tetap menjaga status kepesertaan JKN mereka tetap aktif. Masyarakat juga diimbau untuk lebih mengoptimalkan layanan promotif dan preventif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), agar risiko kesehatan dapat terdeteksi lebih dini sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.