Pemerintah Kota Semarang secara aktif mendorong penguatan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) melalui inisiatif temu bisnis. Kegiatan strategis ini dirancang untuk menjembatani kolaborasi langsung antara para produsen lokal dengan jaringan pelaku usaha yang lebih luas, sebagai bagian dari percepatan Program Waras Ekonomi.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Arwita Mawarti, mengungkapkan bahwa langkah konkret ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara 10 pelaku bisnis besar dengan 21 IKM terpilih. Kemitraan ini mencakup distribusi dan pemasaran lebih dari 40 produk lokal, dengan target perluasan ke sektor industri lain seperti logam dan batik pada masa mendatang.
Saat ini, ibu kota Jawa Tengah ini memiliki sekitar 1.600 IKM yang tersebar di 24 sentra industri kreatif, mulai dari kuliner khas seperti bandeng dan lumpia, hingga kerajinan tangan. Guna mendukung ekosistem ini, Dinas Perindustrian juga tengah mengintegrasikan sistem digital bernama Smart Indigo untuk modernisasi tata kelola sentra industri.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendampingi pelaku usaha dari hulu ke hilir. Melalui Program Waras Ekonomi, Pemkot Semarang memfasilitasi legalitas usaha seperti PIRT, sertifikasi halal, pelatihan manajemen, hingga bantuan promosi visual produk secara gratis.
Langkah ini diproyeksikan sebagai fondasi kokoh menyambut tema pembangunan daerah tahun 2027 yang berfokus pada sinergi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Bagi pelaku usaha yang membidik pasar global, pemerintah juga telah menyiapkan skema pendampingan ekspor yang terintegrasi dengan instansi tingkat provinsi maupun nasional.