Pemerintah Kabupaten Subang bersama sektor swasta terus berupaya memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih berdaya saing di pasar domestik maupun internasional. Langkah ini diwujudkan melalui program pendampingan komprehensif bagi 82 pelaku usaha yang tersebar di 19 desa, yang mayoritas bergerak di sektor kuliner sebagai pilar penggerak ekonomi lokal.

Program yang diinisiasi oleh Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) bersama payung program keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan teori, tetapi juga pendampingan bisnis praktis. Melalui kombinasi sesi daring dan luring, para pelaku usaha dibekali keterampilan vital, mulai dari penguatan pola pikir kewirausahaan, pemenuhan legalitas, hingga implementasi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran digital.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan transformasi UMKM. Ia menilai bahwa pendekatan strategis ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar, yang diharapkan dapat menjadi model bagi pemangku kepentingan lain dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Direktur Eksekutif INOTEK, Ivi Anggraeni, menegaskan bahwa indikator keberhasilan program ini terletak pada aplikasi nyata materi di lapangan. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan setiap peserta mampu mengintegrasikan pengetahuan baru ke dalam operasional bisnis sehari-hari, sehingga terjadi peningkatan yang signifikan pada aspek pengelolaan usaha, pengembangan produk, serta pemanfaatan kanal digital sebagai instrumen pertumbuhan bisnis jangka panjang.