Pemerintah Vietnam mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan kinerja ekonomi nasional pasca-evaluasi semester pertama tahun 2026. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Nguyen Van Thang, pemerintah menyoroti keberhasilan capaian PDB yang cukup impresif, meski di sisi lain masih terdapat kesenjangan dalam realisasi investasi publik dan target pertumbuhan di sejumlah wilayah.

Meskipun beberapa sektor seperti pertanian, pendapatan negara, dan investasi asing langsung (FDI) mencatatkan rekor positif, Wakil Perdana Menteri menegaskan bahwa penyaluran dana investasi publik yang baru mencapai 35% masih jauh dari target ideal. Keterlambatan ini dinilai menjadi salah satu hambatan utama yang perlu segera dibenahi agar kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dapat maksimal.

Sebagai langkah konkret, pemerintah berkomitmen untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter guna memastikan kecukupan modal bagi dunia usaha. Fokus utama ke depan mencakup reformasi kelembagaan untuk memangkas hambatan birokrasi, serta memperkuat pasar modal agar mampu menopang kebutuhan pembiayaan jangka menengah dan panjang hingga tahun 2030.

Rangkaian tindakan strategis telah disiapkan, termasuk agenda pertemuan langsung dengan para pelaku bisnis domestik maupun internasional untuk mengidentifikasi dan mencari solusi atas kendala operasional yang mereka hadapi. Selain itu, pimpinan pemerintah akan melakukan lawatan kerja ke 34 provinsi dan kota guna memastikan implementasi kebijakan di tingkat daerah berjalan selaras dengan target pembangunan pusat.

Seluruh kementerian dan otoritas daerah didesak untuk menunjukkan inisiatif yang lebih proaktif dan tegas. Dengan memanfaatkan potensi unik setiap daerah serta koordinasi yang lebih ketat, pemerintah optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.