Warsawa berada dalam posisi siaga tinggi menyusul mencuatnya rumor mengenai rencana provokasi bersenjata yang dilayangkan oleh Rusia. Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, secara terbuka menyatakan bahwa pemerintahannya telah mengambil langkah-langkah strategis untuk bersiap menghadapi berbagai skenario terburuk yang mungkin terjadi di masa depan.
Dalam keterangannya, Tusk menegaskan bahwa beberapa bulan ke depan akan menjadi fase yang sangat kritis bagi keamanan kawasan. Pernyataan tersebut bukan dimaksudkan sebagai upaya intimidasi, melainkan sebuah realitas yang harus dihadapi seiring dengan dinamika perang yang terus mengalami perubahan sifat di lapangan.
Kekhawatiran ini mencuat setelah adanya laporan intelijen Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Moskow diduga tengah merancang aksi provokasi untuk menguji soliditas dan respon NATO apabila salah satu anggotanya menjadi sasaran serangan. Wilayah Baltik dilaporkan menjadi kawasan yang merasakan tensi geopolitik paling signifikan saat ini.
Skenario yang berkembang dalam rumor tersebut mencakup potensi serangan rudal atau pesawat nirawak terhadap infrastruktur vital di Polandia, hingga pengerahan kekuatan militer secara langsung. Para analis menduga, eskalasi semacam ini dirancang untuk menekan sekutu Barat agar segera menghentikan dukungan bantuan terhadap Ukraina yang hingga kini masih berjuang melawan operasi militer Rusia.