Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat langkah transformasi digital di sektor manufaktur melalui program Making Indonesia 4.0 yang telah berjalan sejak tahun 2018. Upaya ini kini difokuskan pada adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendorong efisiensi dan inovasi mutakhir di berbagai lini produksi industri nasional.

Sejalan dengan digitalisasi industri, lanskap pasar modal Indonesia juga diwarnai restrukturisasi strategis. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berencana melepas beberapa anak usahanya yang belum menghasilkan profit sebelum akhir 2026. Di sisi lain, potensi konsolidasi antara MTEL dan TBIG diprediksi akan menciptakan entitas raksasa baru dengan estimasi valuasi mencapai Rp 93 triliun.

Di sektor keuangan dan komoditas, saham perbankan papan atas seperti BBRI dan BBNI dinilai masih sangat prospektif berkat valuasi yang kompetitif dan pertumbuhan kredit yang stabil. Selain itu, kehadiran Bullion Association (IBMA) diproyeksikan mampu menggairahkan pasar emas domestik dengan mempermudah akses investasi logam mulia bagi masyarakat luas.

Kendati demikian, pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta perkembangan geopolitik global. Langkah hati-hati ini krusial di tengah rencana aksi korporasi berupa rights issue oleh sejumlah emiten serta upaya pemulihan kinerja sektor industri semen yang masih menghadapi tantangan kelebihan pasokan.