Industri Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK), khususnya komoditas emas, diproyeksikan akan mengalami lonjakan pertumbuhan yang signifikan dalam sepuluh tahun mendatang. Fenomena ini dipicu oleh kemajuan pesat dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) serta meningkatnya adopsi digital di kalangan generasi muda yang lebih adaptif terhadap teknologi.

Data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat tren positif dalam sektor ini, di mana nilai nominal transaksi PBK mencapai angka Rp48.867 triliun, tumbuh sebesar 49,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, volume transaksi turut mencatatkan kenaikan sebesar 12%, dengan total 14,56 juta lot.

Direktur Utama PT Smartin Advisor Sistem (SAS), Odang Supriatna, menekankan bahwa meskipun pertumbuhan sektor ini sangat menjanjikan, tantangan utama yang dihadapi tetap pada aspek literasi keuangan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk berperan aktif dalam menyediakan informasi investasi, edukasi, dan alat bantu trading yang berbasis teknologi untuk mendukung para investor.

Strategi penguatan ekosistem PBK ke depan akan berfokus pada penyesuaian teknologi, peningkatan kepatuhan (compliance), serta edukasi pasar yang berkelanjutan. Inovasi seperti penggunaan expert advisor dan sinyal berbasis AI diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis bagi generasi muda dalam melakukan transaksi secara lebih terukur.

Lebih lanjut, Odang menegaskan pentingnya sinergi antara pelaku industri, akademisi, dan pemerintah. Dukungan regulasi yang adaptif terhadap inovasi serta pengawasan ketat terhadap praktik ilegal dinilai krusial guna memastikan pertumbuhan sektor PBK yang sehat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional.