Langkah proaktif diambil oleh pihak pengelola SMP Negeri 5 Kota Bandung untuk melindungi para peserta didik dari ancaman paparan debu yang diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Sekolah menengah pertama tersebut secara resmi memberlakukan kewajiban penggunaan masker bagi seluruh siswa serta menghentikan sementara aktivitas olahraga di area terbuka.

Kepala SMPN 5 Kota Bandung, Trismawati, menjelaskan bahwa langkah responsif ini diterapkan secara mandiri tanpa menunggu diterbitkannya surat edaran resmi dari dinas terkait. Tindakan cepat tersebut diwujudkan melalui imbauan langsung kepada para orang tua siswa sejak Minggu malam agar membekali anak-anak mereka dengan masker saat mengikuti kegiatan pembelajaran.

Penyesuaian teknis juga diberlakukan pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Pihak sekolah menginstruksikan para guru untuk memindahkan seluruh materi kegiatan fisik dari lapangan terbuka ke ruangan indoor, seperti ruang serbaguna, guna meminimalkan risiko kontak langsung siswa dengan partikel debu mikro yang masih ditemukan di lingkungan sekolah.

Tidak hanya membatasi ruang gerak di area terbuka, otoritas sekolah turut memperketat pengawasan sanitasi sarana dan prasarana. Pemeriksaan intensif dilakukan terhadap tempat ibadah serta kebersihan fasilitas kantin, mulai dari kualitas makanan hingga keamanan kemasan yang dijajakan kepada siswa.

Kendati memberlakukan sejumlah pembatasan, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMPN 5 Bandung tetap berlangsung secara tatap muka. Pihak sekolah mengonfirmasi belum ada keluhan gangguan kesehatan atau infeksi saluran pernapasan dari para siswa, dan keputusan terkait perubahan metode pembelajaran tetap akan mengacu pada instruksi resmi dari Pemerintah Kota Bandung.