PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengimbau seluruh pengguna jasa kereta api untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik yang dapat menurunkan kualitas udara, baik di area stasiun maupun selama perjalanan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa partikel abu vulkanik berpotensi mengganggu saluran pernapasan serta memicu iritasi pada mata dan kulit. Oleh karena itu, langkah perlindungan mandiri menjadi sangat vital, khususnya bagi pelanggan yang beraktivitas di ruang terbuka stasiun.

Dalam keterangannya pada Minggu (6/9/2026), Franoto menganjurkan penumpang untuk mengenakan masker berstandar N95 atau KF94 serta kacamata pelindung. Pihaknya juga membagikan panduan praktis, seperti mengurangi aktivitas luar ruangan, mengamankan makanan dan minuman dalam wadah tertutup, tidak menggosok mata dengan tangan langsung, serta menjaga kebersihan diri dan barang bawaan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, KAI Daop 1 Jakarta menyiagakan fasilitas pos kesehatan di sejumlah stasiun. Pos ini siap memberikan pemeriksaan medis dan pertolongan pertama bagi pelanggan yang mengalami keluhan fisik seperti sesak napas, pusing, batuk, atau iritasi. Pelanggan yang dalam kondisi kurang fit pun diimbau untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Dari segi operasional, KAI terus memantau situasi di lapangan secara intensif dan berkoordinasi dengan pihak berwenang guna memastikan kelancaran serta keamanan perjalanan kereta api. Masyarakat diminta untuk senantiasa mengacu pada kanal informasi resmi PT KAI dan pembaruan cuaca dari BMKG, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi.