Pemerintah Kelurahan Margo Mulyo bersama UPTD Puskesmas Margo Mulyo, Balikpapan, mengambil langkah cepat guna memutus rantai penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Upaya ini diwujudkan melalui pelaksanaan pengasapan taktis atau fogging fokus di sejumlah lingkungan rukun tetangga (RT) yang teridentifikasi memiliki temuan kasus DBD.
Kegiatan sterilisasi ini menyasar lima wilayah prioritas, yakni RT 1, RT 2, RT 3, RT 6, dan RT 13. Langkah kedaruratan tersebut diambil setelah tim medis melakukan penyelidikan epidemiologi guna memastikan keberadaan vektor penular, yakni nyamuk Aedes aegypti dewasa, di sekitar pemukiman warga setempat.
Lurah Margo Mulyo, Aris Yanuar Wibowo, menyatakan dukungannya terhadap respons cepat yang ditunjukkan oleh petugas kesehatan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi aktif antara aparatur kelurahan, puskesmas, pengurus RT, kader posyandu, serta partisipasi langsung masyarakat merupakan kunci utama dalam meredam potensi kejadian luar biasa (KLB) DBD.
Kendati demikian, Aris mengimbau warga agar tidak bersikap pasif dan hanya mengandalkan fogging sebagai solusi mutlak. Menurutnya, pengasapan hanya efektif membasmi nyamuk dewasa, namun tidak menyentuh akar masalah seperti keberadaan jentik nyamuk yang bersarang di genangan air.
Untuk itu, kelurahan terus mengampanyekan Gerakan 3M Plus secara konsisten. Gerakan mandiri ini menitikberatkan pada tindakan menguras wadah air, menutup rapat penampungan air bersih, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, serta melakukan proteksi tambahan seperti penggunaan losion antinyamuk dan pemantauan jentik berkala.
Menutup penjelasannya, Aris mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia berharap semangat gotong royong warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dari skala rumah tangga dapat terus terjaga secara berkelanjutan demi mewujudkan Margo Mulyo yang bebas dari ancaman DBD.