Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras terhadap pemerintah Iran di tengah laporan intelijen mengenai adanya plot pembunuhan yang menyasar dirinya. Melalui platform media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa ribuan rudal telah disiagakan untuk merespons segala bentuk ancaman nyata dari Teheran.
Pernyataan tersebut mencuat menyusul laporan intelijen yang diberikan oleh pihak Israel kepada pemerintah Amerika Serikat. Informasi tersebut merinci adanya rencana spesifik yang menargetkan nyawa Trump. Sejumlah media besar di Amerika Serikat, termasuk CNN dan Wall Street Journal, melaporkan bahwa peringatan ini dianggap sebagai perkembangan baru dan serius dalam dinamika keamanan antara kedua negara.
Trump menegaskan bahwa militer AS berada dalam kondisi siap tempur dengan mandat yang luas untuk melumpuhkan target jika diperlukan. "Perintah telah diberikan, dan militer AS siap untuk menghancurkan dan memusnahkan seluruh wilayah Iran jika mereka mencoba melakukan tindakan tersebut," tegas Trump dalam unggahannya.
Ketegangan antara Trump dan Iran sendiri telah berlangsung lama, terutama sejak keputusan kontroversial pada Januari 2020 saat Trump memerintahkan serangan udara yang menewaskan Komandan Pasukan Quds, Qassem Soleimani. Sejak insiden tersebut, Teheran berkali-kali menyuarakan niat untuk melakukan pembalasan.
Menanggapi situasi tersebut, Trump mengaku sadar sepenuhnya bahwa dirinya menjadi target utama dalam daftar incaran Iran. Meskipun ia menyatakan kewaspadaan tinggi, ia menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak akan tinggal diam terhadap ancaman yang menyasar kepala negara, baik yang sedang menjabat maupun mantan pemimpinnya.