Alfa-Bank, bank swasta terbesar di Rusia, secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk merambah bisnis aset kripto. Langkah ini mencakup penyediaan layanan perdagangan, penyimpanan, hingga kustodian aset digital yang akan diimplementasikan setelah kerangka regulasi nasional terkait mata uang kripto disahkan.

Chief Operating Officer Corporate and Investment Business Alfa-Bank, Dmitry Vitman, mengungkapkan bahwa fokus utama bank saat ini adalah membangun repositori digital mandiri. Sistem ini nantinya berfungsi sebagai lembaga pencatatan aset digital yang memantau transaksi nasabah sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan regulator dengan memblokir transfer ke dompet digital yang tidak terverifikasi.

Pengembangan pasar aset kripto di Rusia direncanakan berlangsung melalui pendekatan bertahap. Pada tahap awal, perseroan akan berfokus pada layanan broker untuk investor ritel dengan memanfaatkan infrastruktur domestik maupun internasional. Meski regulasi dijadwalkan berlaku pada September 2026, likuiditas pasar diperkirakan baru akan menunjukkan pertumbuhan signifikan pada akhir 2027.

Selain Alfa-Bank, geliat serupa juga ditunjukkan oleh institusi keuangan raksasa lainnya. T-Bank melalui platform Atomize dan VTB Bank dikabarkan tengah menyiapkan infrastruktur kustodian digital. Sementara itu, Sberbank menjadi institusi yang paling progresif dengan rencana mengintegrasikan transaksi aset digital langsung ke dalam ekosistem aplikasi perbankan mereka paling lambat Desember 2026.

Seluruh rencana ekspansi ini kini bergantung pada pengesahan Rancangan Undang-Undang "Tentang Mata Uang Digital dan Hak Digital" yang tengah dibahas di parlemen Rusia. Aturan tersebut diharapkan menjadi landasan hukum kuat bagi bursa aset kripto dan lembaga kustodian untuk beroperasi secara resmi, sekaligus membuka babak baru bagi integrasi teknologi blockchain dalam sistem keuangan Rusia.