Menghadapi tekanan regulasi perdagangan internasional seperti mekanisme Pajak Karbon (CBAM) dan standar tata kelola ESG, sektor bisnis di Vietnam kini berada pada titik krusial. Transformasi hijau dan transisi energi bukan lagi sekadar pilihan sukarela, melainkan syarat mutlak atau 'paspor' bagi perusahaan untuk tetap relevan dalam peta persaingan rantai pasok global.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Pemerintah Vietnam menerbitkan Keputusan Perdana Menteri Nomor 926/QD-TTg yang menjadi landasan Program Dukungan Bisnis Berkelanjutan periode 2026-2030. Kebijakan ini hadir sebagai stimulus strategis yang memberikan akses modal, insentif fiskal, serta kemudahan regulasi guna meringankan beban biaya transisi teknologi bagi usaha kecil dan menengah.
Wakil Perdana Menteri Nguyen Van Thang menegaskan bahwa pemerintah tengah merancang ekosistem kebijakan komprehensif. Langkah ini bertujuan mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi yang cepat dengan prinsip keberlanjutan. Melalui dukungan instrumen keuangan dan penyederhanaan prosedur administratif, pemerintah memastikan bahwa pelaku usaha memiliki fondasi yang cukup kuat untuk beralih ke model produksi yang lebih ramah lingkungan.
Transformasi ini membawa pergeseran paradigma bagi komunitas bisnis. Jika sebelumnya standar ramah lingkungan dianggap sebagai hambatan biaya, kini para pemimpin bisnis mulai memandangnya sebagai peluang strategis untuk efisiensi operasional dan peningkatan daya saing. Ketua Kamar Dagang dan Industri Vietnam (VCCI), Ho Sy Hung, mencatat bahwa antusiasme pelaku usaha dalam mengadopsi ekonomi sirkular dan ESG menunjukkan kematangan visi bisnis dalam merespons pasar global.
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memangkas hambatan prosedural guna memastikan kesinambungan transformasi ini. Sinergi antara dukungan kebijakan pusat dan inovasi sektor swasta diharapkan mampu membawa produk-produk nasional menembus pasar internasional yang semakin ketat dalam isu perubahan iklim, sekaligus memperkokoh posisi Vietnam dalam lanskap ekonomi berkelanjutan menuju target Net Zero.