DENPASAR - Upaya mempercepat transformasi digital di Provinsi Bali terus digenjot melalui penyediaan solusi konektivitas yang tepat guna. Sektor pendidikan, kesehatan, dan pariwisata yang menjadi pilar ekonomi Bali dinilai memerlukan dukungan infrastruktur teknologi yang adaptif guna menunjang pertumbuhan bisnis dan peningkatan kualitas layanan publik.
Guna menjawab tantangan tersebut, PT Mega Akses Persada (FiberStar) menghadirkan alternatif konektivitas fleksibel seperti Starlink dan Star Edu. Kehadiran layanan ini difokuskan untuk mendukung sekolah negeri maupun swasta, serta fasilitas kesehatan di Bali, terutama bagi wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan kabel serat optik (fiber optik).
Branch Manager FiberStar Bali, Pahala Tua Sigalingging, menjelaskan bahwa keunikan ekonomi Bali memerlukan solusi teknologi yang terkelola dengan baik. Menurutnya, layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing sektor akan mempercepat migrasi ke ekosistem digital secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari sosialisasi teknologi tersebut, para pelaku usaha dan perwakilan instansi di Bali diajak berpartisipasi dalam seminar teknologi dan demonstrasi langsung perangkat komunikasi. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi interaktif untuk membangun kolaborasi strategis dalam memperkuat ekonomi digital di Pulau Dewata.
Denpasar menjadi salah satu dari 24 kota di Indonesia yang disambangi dalam rangkaian safari nasional ini. Dimulai dari Purwokerto, Jawa Tengah, roadshow ini ditargetkan terus berjalan sepanjang tahun 2026 untuk mendorong pemerataan akses digital di seluruh tanah air.