Asosiasi tinju dunia, World Boxing, secara resmi memulihkan status keanggotaan atlet Rusia di kancah internasional. Keputusan ini memungkinkan para petinju asal Negeri Beruang Putih tersebut untuk kembali bertanding dengan membawa bendera nasional dan mengumandangkan lagu kebangsaan mereka dalam berbagai turnamen mendatang.

Langkah progresif ini disepakati dalam rapat Komite Eksekutif World Boxing, yang juga merumuskan kalender kompetisi utama untuk siklus 2027–2029. Agenda strategis tersebut mencakup pula persiapan babak kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Melalui pernyataan resminya, dewan eksekutif menegaskan bahwa petinju Rusia kini memiliki hak kompetisi yang setara dengan atlet dari federasi nasional lainnya.

Pembatasan terhadap atlet Rusia dan Belarusia pertama kali diberlakukan menyusul pecahnya konflik di Ukraina pada awal 2022. Meskipun sebelumnya sempat diizinkan bertanding di bawah bendera netral, pelonggaran sanksi secara penuh ini menyusul langkah Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang menangguhkan pembekuan Komite Olimpiade Rusia pada Juli 2026.

Kendati memberikan lampu hijau, World Boxing menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal ketat jalannya kompetisi. Badan regulasi tinju amatir global tersebut akan mengawasi perilaku delegasi Rusia secara disiplin, termasuk memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi serta protokol antidoping internasional yang berlaku.

Menteri Olahraga Rusia, Mikhail Degtyarev, menyambut hangat keputusan bersejarah ini. Menurutnya, pemulihan status ini menjadi momentum krusial bagi kebangkitan tinju Rusia di panggung dunia, sekaligus memberikan kesempatan bagi seluruh kelompok usia untuk kembali berlaga secara terhormat dengan identitas negara mereka.