Pemerintah China merilis rencana strategis baru untuk mendongkrak angka harapan hidup rata-rata penduduknya hingga menyentuh usia 80 tahun pada tahun 2030. Target ambisius ini meningkat dari sasaran tahun 2025 yang dipatok pada angka 79,25 tahun, dan akan direalisasikan melalui inisiatif nasional bertajuk 'Healthy China'.

Dokumen resmi yang dirilis oleh Dewan Negara China tersebut menjabarkan peta jalan yang berfokus pada tiga pilar utama: pemerataan akses layanan medis, penguatan kapasitas respons darurat, dan integrasi teknologi digital mutakhir dalam sistem kesehatan nasional.

Guna mewujudkan misi tersebut, Beijing akan memperketat pengawasan kesehatan sejak usia dini hingga lanjut usia. Langkah konkret yang diambil meliputi kampanye lingkungan bebas asap rokok dengan target menekan prevalensi perokok usia 15 tahun ke atas hingga di bawah 20 persen. Selain itu, pemerintah setempat juga membebaskan biaya vaksin HPV dosis ganda bagi remaja putri usia 13 tahun serta menyubsidi program bayi tabung guna mengatasi masalah kesuburan.

Di sektor pelayanan lansia dan kelompok rentan, China berkomitmen membangun jaringan rumah sakit geriatri khusus dan pusat perawatan penderita demensia. Proteksi sosial juga diperkuat melalui bantuan rehabilitasi bagi anak-anak penyandang disabilitas guna mencegah risiko kemiskinan akibat biaya pengobatan. Pemerintah menargetkan ketersediaan 0,7 dokter rehabilitasi dan 1,6 terapis per 10.000 penduduk pada tahun 2030.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) dan platform digital cerdas lintas provinsi disiapkan untuk mempermudah integrasi rekam medis secara real-time. Tidak hanya untuk kebutuhan domestik, China juga memperluas kerja sama kesehatan global melalui Belt and Road Initiative dan kemitraan dengan negara-negara ASEAN untuk mengembangkan riset klinis serta mempromosikan metode pengobatan tradisional secara internasional.