Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh perubahan emosi maupun gangguan pola tidur yang dialami sehari-hari. Kondisi yang kerap disalahartikan sebagai rasa lelah biasa ini berpotensi menjadi indikasi awal munculnya masalah kesehatan mental yang memerlukan perhatian serius sejak dini.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa risiko terbesar dari gangguan jiwa justru timbul akibat ketidakmampuan individu dalam mengidentifikasi gejalanya secara cepat. Penanganan yang terlambat berisiko membiarkan kondisi psikologis seseorang berkembang menjadi lebih parah.

Dalam agenda Temu Media di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, Dante memaparkan tiga indikator utama gangguan mental, yakni perubahan fisik, gejolak emosional, serta kemunculan rasa cemas berlebihan. Dari ketiga aspek tersebut, tanda fisik berupa penurunan kualitas atau sulit tidur menjadi sinyal yang paling sering muncul dan patut diwaspadai.