Di tengah pesatnya laju digitalisasi, peran pendidik dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi unggul dan membangun peradaban. Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, saat membuka Seminar Nasional bertajuk "How to Be a Great Teacher" yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Rabu (9/9/2026).
Dalam pandangannya, kemajuan teknologi informasi memang memberikan kemudahan signifikan dalam proses belajar-mengajar. Namun, Septinus menggarisbawahi bahwa aspek krusial seperti pembentukan karakter, etika, dan moralitas peserta didik tidak akan pernah bisa digantikan oleh perangkat teknologi modern.
Guna menekankan krusialnya investasi pada sumber daya manusia (SDM), ia mencontohkan keberhasilan Singapura dan Jepang. Singapura mampu berkembang pesat menjadi pusat teknologi dunia meski minim sumber daya alam, sementara Jepang sukses bangkit dari kehancuran pascaperang lantaran menempatkan pilar pendidikan dan guru sebagai prioritas utama pembangunan bangsa.
Terkait kondisi daerah, Septinus mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Sorong telah merealisasikan kebijakan sekolah gratis demi meringankan beban finansial masyarakat. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pembebasan biaya pendidikan belum cukup untuk menjamin lonjakan kualitas SDM secara otomatis tanpa adanya inovasi berkelanjutan.
Oleh sebab itu, Pemkot Sorong mendorong seluruh guru dan kepala sekolah untuk terus mengasah kapasitas diri serta beradaptasi dengan perkembangan zaman. Agenda yang diinisiasi melalui kerja sama DPD KNPI Kota Sorong dan Teacher Preneur ini turut dihadiri Wakil Wali Kota H. Anshar Karim, Kepala Dinas Pendidikan Yuliana Kirihio, serta ratusan jajaran pendidik se-Kota Sorong.