Pemerintah Kota Pekanbaru kini tengah gencar mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam operasional bisnis mereka. Langkah strategis ini dinilai krusial agar produk lokal mampu bertahan dan memenangkan persaingan pasar yang kian kompetitif di era digital.
Seruan tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, saat menutup agenda Corporate Day dalam rangkaian The 14th Pekanbaru Marketing Festival 2026 yang berlangsung di Hotel Premier Pekanbaru. Mengusung tema "Winning the Competition in the Age of AI", festival ini menjadi wadah kolaborasi penting bagi para akademisi, praktisi pemasaran, dan pelaku usaha lokal.
Agung menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif tersebut, mengingat adopsi teknologi saat ini bukan lagi sekadar opsi pendukung, melainkan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan usaha. Menurutnya, literasi pemasaran digital yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan omzet UMKM, yang pada akhirnya turut memicu akselerasi perekonomian daerah.
Guna mewujudkan ekosistem bisnis yang melek teknologi, Pemerintah Kota Pekanbaru membuka lebar pintu kemitraan dengan sektor swasta maupun kalangan profesional. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transfer pengetahuan teknologi kepada para pelaku usaha kecil di seluruh penjuru kota.
Pada kesempatan yang sama, Founder sekaligus Chairman MCorp, Hermawan Kartajaya, menjelaskan bahwa kehadiran AI telah merevolusi pola perilaku konsumen secara masif. Pekanbaru sendiri dipilih menjadi satu dari tujuh kota besar penyelenggara Indonesia Marketing Festival (IMF) tahun ini demi merespons dinamika pasar global tersebut.
Hermawan menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi pelaku usaha di era kecerdasan buatan adalah menjaga relevansi merek (brand). Melalui penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan, pelaku UMKM di Pekanbaru diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas jaringan pemasaran mereka secara terarah.