Pemerintah Vietnam melalui Yayasan Nasional Pengembangan Sains dan Teknologi (NAFOSTED) tengah menggodok mekanisme keuangan baru untuk mempercepat pengembangan teknologi strategis nasional. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk beralih dari model pendanaan proyek konvensional menuju pendekatan investasi yang lebih berorientasi pada hasil dan inovasi.
Dalam lokakarya yang digelar pada 9 Juli lalu, Direktur NAFOSTED, Profesor Madya Dr. Dao Ngoc Chien, menekankan perlunya kebijakan insentif yang mampu menarik talenta kelas dunia. Selama ini, sistem anggaran yang kaku dinilai menghambat fleksibilitas dalam penguasaan dan komersialisasi teknologi strategis yang krusial bagi daya saing negara.
Salah satu poin krusial dalam draf kebijakan tersebut adalah usulan pendapatan bagi tenaga ahli utama. Untuk menarik tenaga kerja berkeahlian tinggi di bidang yang sangat langka, pemerintah mengusulkan gaji hingga 300 juta VND (sekitar Rp190 juta) per bulan bagi Kepala Insinyur. Selain itu, Kepala Arsitek diusulkan menerima hingga 250 juta VND per bulan, serta posisi manajer proyek mendapatkan hingga 150 juta VND per bulan.
Kebijakan ini merupakan bagian dari cetak biru Program Sains, Teknologi, dan Inovasi Nasional. Pemerintah Vietnam menargetkan penyelesaian 30 produk teknologi strategis pada tahun 2030, di mana sepuluh di antaranya diharapkan mampu menembus pasar internasional. Selain itu, program ini juga membidik penguasaan atas 12 teknologi inti serta pembentukan lima rantai pasok produk teknologi yang mandiri.
Selain penyesuaian gaji, draf surat edaran tersebut juga mengusulkan enam mekanisme keuangan inovatif lainnya. Termasuk di antaranya adalah pemberian dana darurat sebesar 10 persen dari anggaran tugas, fleksibilitas dalam pemilihan pemasok, serta sistem penyelesaian berbasis tarif tetap dan hasil akhir. Transformasi pola pikir dari "pengelolaan biaya" menjadi "investasi strategis" ini diharapkan menjadi katalis bagi akselerasi kemajuan teknologi Vietnam di masa depan.