Kondisi kesehatan para warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjadi perhatian serius pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara. Sebagai langkah antisipatif menangkal penyebaran penyakit menular, pihak rutan menggelar pemeriksaan kesehatan langsung dengan mendatangi blok-blok hunian.
Program pemeriksaan dengan sistem "jemput bola" ini diinisiasi untuk memberikan pelayanan medis yang responsif dan mudah dijangkau oleh seluruh warga binaan. Petugas medis rutan secara aktif menyisir setiap kamar guna memantau kondisi fisik WBP serta mendeteksi keluhan kesehatan secara dini.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kendari, Agus Rahman, menjelaskan bahwa langkah proaktif tersebut sangat krusial dalam meminimalkan risiko penularan penyakit di lingkungan sanitasi rutan. Menurutnya, deteksi dini merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas kesehatan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Tidak hanya memberikan penanganan medis dan obat-obatan yang diperlukan, tim medis juga memberikan edukasi penting mengenai penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Warga binaan diimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan kamar mereka serta segera melapor jika merasakan gejala sakit.
Pemeriksaan kesehatan berkala ini merupakan bagian integral dari pemenuhan hak-hak dasar warga binaan selama menjalani masa tahanan. Pihak Rutan Kendari menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan pelayanan yang humanis demi kesejahteraan fisik dan mental para warga binaan.