Universitas Budi Luhur (UBL) mengukir sejarah baru dengan menggelar Turnamen Olahraga Domino (Orado) pertama di lingkungan perguruan tinggi swasta di Jakarta. Kompetisi yang berlangsung di Kampus UBL, Petukangan Utara, Jakarta Selatan pada Minggu (9/8/2026) ini, diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, staf internal, hingga masyarakat umum.

Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC), Julian Bongsoikrama, menyatakan kebanggaannya atas kelancaran dan antusiasme tinggi para peserta. Menurutnya, ajang ini membuktikan bahwa domino telah bergeser dari sekadar permainan rekreasional menjadi cabang olahraga prestasi yang menuntut kecerdasan strategi dan kerja sama tim yang solid. YPBLC berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan serupa demi pembinaan karakter pemuda.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Moko, menjelaskan bahwa turnamen ini dirancang sebagai sarana edukasi bagi publik bahwa domino kini telah diakui sebagai disiplin olahraga resmi. Moko menambahkan, pembatasan peserta hingga 32 tim sengaja dilakukan demi menjaga kualitas kompetisi secara ketat, dengan target jangka panjang untuk menyelenggarakan kejuaraan berskala antarkampus.

Untuk memberikan atmosfer kompetisi profesional, turnamen ini menerapkan regulasi resmi dari induk organisasi olahraga domino. Ketua Wasit Domino DKI Jakarta, Yance Amos Repasy, memaparkan bahwa aturan yang digunakan adalah standar "Law of 101". Sistem ini menetapkan target kemenangan pada poin 101, berbeda dengan permainan domino tradisional yang biasanya selesai pada akumulasi poin 50 atau 100.

Kemeriahan acara ini tidak hanya bersumber dari meja domino. Pihak universitas juga menggelar serangkaian kegiatan kebugaran lain seperti BluRun, senam Zumba, Fun Fit, serta turnamen tenis meja dengan total hadiah bernilai puluhan juta rupiah. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Bidang Humas PB Orado, John LBF, dan musisi Anji yang bertindak sebagai duta merek (brand ambassador) kegiatan.