Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan forum diskusi akademik bertajuk "Bedah Buku: Pemikiran Hukum dan Politik Mahfud MD" pada Senin (6/7) di Kampus Terpadu UII, Sleman. Acara tersebut menghadirkan langsung penulisnya, Mahfud MD, dengan didampingi oleh dua akademisi terkemuka, Prof. Dr. Suparman Marzuki dan Andi Widjajanto, sebagai pembedah utama.
Dalam sambutannya, Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan ruang krusial bagi mahasiswa untuk menguji gagasan secara kritis. Ia mengajak civitas akademika, khususnya mahasiswa Fakultas Hukum, untuk menjadikan karya ilmiah sebagai instrumen kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan di tanah air.
Mahfud MD menjelaskan bahwa buku yang dibahas merupakan rangkuman pemikirannya atas fenomena sosial-politik Indonesia. Salah satu poin penting yang diangkatnya adalah posisi Islam dalam sistem demokrasi. Ia menegaskan bahwa perjuangan mendirikan negara khilafah adalah pilihan politik dan bukan kewajiban agama. Menurutnya, substansi beragama justru terletak pada penegakan keadilan, ketertiban, dan ketaatan terhadap hukum.
Pembedah buku, Prof. Suparman Marzuki, menyoroti ketajaman kritik Mahfud MD terhadap relasi hukum dan kekuasaan. Ia menyatakan bahwa hukum tidak bekerja dalam ruang hampa, melainkan sangat dipengaruhi oleh konfigurasi politik. Sementara itu, Andi Widjajanto menilai karya tersebut berhasil memotret kompleksitas transisi hukum di Indonesia selama masa Reformasi sebagai instrumen untuk mengawal demokrasi.
Diskusi yang dipandu oleh Prof. Masduki ini sukses menghadirkan dialog intelektual yang dinamis. Acara diakhiri dengan harapan bahwa semangat literasi dan diskusi kritis ini dapat terus dipupuk, sehingga mahasiswa mampu memahami bagaimana moralitas dan hukum berkelindan dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.