Pengurus Federasi Olahraga Domino (Orado) Kota Banjarmasin terus berupaya mengikis stigma negatif masyarakat terhadap permainan domino. Melalui program "Orado Banjarmasin Go to Campus", organisasi ini menyasar kalangan mahasiswa untuk memperkenalkan domino sebagai salah satu cabang olahraga prestasi yang resmi dan teratur.

Sosialisasi yang berlangsung di Aula Asywadi Syukur, UIN Antasari Banjarmasin ini dihadiri oleh puluhan perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi setempat. Beberapa kampus yang terlibat aktif di antaranya adalah UIN Antasari, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB, Universitas Terbuka (UT), serta Universitas Achmad Yani (UVAYA).

Ketua Orado Banjarmasin, Rikval Fachruri, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan mengubah paradigma publik yang selama ini kerap mengaitkan domino dengan aktivitas perjudian. Ia menegaskan bahwa domino kini telah diakui secara resmi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai cabang olahraga permainan yang memiliki regulasi dan tata tertib pertandingan yang jelas.

Rikval juga menambahkan bahwa kalangan akademisi muda, khususnya mahasiswa, memiliki potensi besar untuk dibina menjadi atlet profesional. Melalui pemahaman aturan main yang benar, Orado Banjarmasin berharap dapat menjaring bibit-bibit unggul untuk dipersiapkan menghadapi berbagai turnamen bergengsi, seperti kejuaraan menyambut Hari Kemerdekaan dan Wali Kota Cup yang akan digelar dalam waktu dekat.

Kehadiran program ini mendapat sambutan hangat dari kalangan mahasiswa. Khairul Fikry, perwakilan mahasiswa dari UIN Antasari, mengaku sosialisasi ini membuka perspektif baru bagi rekan-rekannya. Ia menyebutkan bahwa kejelasan legalitas dan pengakuan dari KONI membuat para mahasiswa tidak ragu lagi untuk menyalurkan minat mereka dalam permainan domino ke arah yang lebih positif dan kompetitif.