Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan antusiasme tinggi dengan menjangkau lebih dari 250 ribu warga. Namun, dari pemeriksaan massal tersebut, Dinas Kesehatan setempat mengidentifikasi penyakit diabetes melitus dan hipertensi sebagai dua keluhan medis yang paling mendominasi di tengah masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengonfirmasi bahwa mayoritas warga yang memeriksakan diri terdeteksi mengidap kedua penyakit degeneratif tersebut. Di sisi lain, ia memastikan tidak ada temuan kasus penyakit langka selama pelaksanaan program skrining kesehatan ini.

Untuk memaksimalkan jangkauan, Dinas Kesehatan Pekanbaru tidak hanya mengandalkan 21 unit Puskesmas yang tersebar di wilayah perkotaan. Pihak otoritas juga berkolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan swasta, universitas, serta lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memperluas posko pemeriksaan di berbagai titik strategis.

Langkah masif ini sengaja diambil guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini terhadap kondisi tubuh. Dengan mengetahui faktor risiko penyakit sejak awal, masyarakat diharapkan dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat demi mencegah komplikasi lebih lanjut.

Kendati demikian, Dedy menegaskan bahwa layanan CKG ini tidak mencakup tes infeksi penularan seksual seperti HIV/AIDS. Skrining tersebut dikategorikan sebagai pemeriksaan khusus yang memerlukan prosedur medis serta konseling tersendiri yang terpisah dari skema layanan umum gratis ini.

Walau tidak masuk dalam paket pemeriksaan umum CKG, upaya penanggulangan HIV/AIDS di Pekanbaru tetap berjalan intensif secara terpisah. Dinas Kesehatan terus bersinergi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk melakukan sosialisasi preventif yang menyasar generasi muda di tingkat sekolah dasar hingga menengah atas.