DEMAK – Tren olahraga bersepeda tanpa pedal atau push bike kian digandrungi anak-anak usia dini di Kabupaten Demak. Tidak sekadar menjadi sarana bermain, aktivitas fisik ini dimanfaatkan sebagai wadah pembinaan untuk melatih kemampuan motorik, keseimbangan, serta pembentukan karakter positif anak sejak usia dua hingga lima tahun.

Ketua Push Bike Demak, Rizki Eka Taufik, menjelaskan bahwa komunitas ini berkomitmen menanamkan nilai-nilai penting seperti sportivitas, disiplin, keberanian, dan rasa percaya diri kepada para anggotanya. Menurutnya, latihan luar ruangan ini juga menjadi metode efektif untuk melatih konsentrasi sekaligus interaksi sosial anak di lingkungan baru.

Olahraga yang mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 2014 ini memfokuskan latihan pada dorongan kaki untuk menggerakkan sepeda, tanpa bantuan pedal. Saat ini, Push Bike Demak telah membina 12 anggota aktif yang rutin berlatih setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu sore di Sport Center Demak. Komunitas ini juga membuka pintu bagi orang tua yang ingin mendaftarkan anak-anak mereka.

Dalam jangka panjang, Push Bike Demak menargetkan untuk secara resmi bergabung dengan Asosiasi Push Bike Indonesia (ASPINA) Jawa Tengah di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi atlet-atlet muda Demak untuk berlaga di ajang bergengsi seperti Festival Olahraga Daerah (FORDA).

Pemerintah daerah menyambut positif kehadiran komunitas ini. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, menyatakan bahwa fasilitas di Stadion Demak disediakan guna memberikan ruang olahraga yang aman dan edukatif. Program ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk lebih aktif bergerak sekaligus menekan angka ketergantungan pada gawai.