Budaya minum kopi di Pulau Bintan, yang meliputi wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, kini tengah mengalami pergeseran arah yang cukup signifikan. Kebiasaan masyarakat setempat yang biasanya menghabiskan waktu berjam-jam di kedai kopi konvensional kini mulai beralih ke konsep kopi jalanan (street coffee) yang menawarkan kepraktisan dan efisiensi waktu.

Fenomena ini dipelopori oleh sejumlah pelaku usaha lokal kreatif, di antaranya KopiWay ID dan Sore Coffee. Mengusung konsep gerobak modern, bisnis kopi jalanan ini sukses menyajikan cita rasa minuman setara kafe dengan harga yang sangat terjangkau, yakni berkisar Rp10.000 per cup. Salah satu pelaku usaha, Herri, berhasil mengembangkan jaringan gerobak kopinya dari kawasan Kilometer 8 Atas hingga mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal.

Kendati mencatatkan pertumbuhan yang pesat dan membantu perekonomian daerah, kelangsungan bisnis kopi gerobak di Bintan ini tetap menghadapi tantangan berat. Para pelaku usaha saat ini harus berhadapan dengan persoalan regulasi tata ruang kota serta tekanan inflasi yang memicu kenaikan harga bahan baku di pasaran.