Dinamika pemilihan jurusan di perguruan tinggi mengalami pergeseran signifikan. Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam melaporkan bahwa lebih dari 467.600 calon mahasiswa, atau sekitar 53,45 persen dari total pendaftar tahun ini, memilih rumpun program studi STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). Angka ini menandai tonggak sejarah baru dalam preferensi pendidikan tinggi di negara tersebut.
Berdasarkan data resmi yang dirilis untuk pertama kalinya ini, dari total 874.800 lebih pendaftar ujian masuk universitas, pilihan untuk program studi berbasis STEM mencapai 2,37 juta aplikasi atau sekitar 33 persen dari keseluruhan pilihan jurusan. Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, dan Ilmu Pengetahuan Alam menjadi bidang yang paling banyak diminati oleh para lulusan sekolah menengah.
Peningkatan ini menunjukkan adanya pembalikan tren yang cukup kontras dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurut Profesor Madya Dr. Vu Duy Hai dari Universitas Sains dan Teknologi Hanoi, rumpun ilmu ekonomi dan sosial biasanya mendominasi pilihan calon mahasiswa, dengan persentase pemilih STEM yang sebelumnya hanya berkisar antara 30 hingga 40 persen saja.
Para akademisi menilai lonjakan minat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, gencarnya sosialisasi kebijakan pemerintah terkait pengembangan iptek nasional. Kedua, pesatnya adopsi teknologi global seperti kecerdasan buatan (AI) dan sistem otonom dalam kehidupan sehari-hari, yang menginspirasi generasi muda untuk berkarier di industri masa depan ini.
Faktor ketiga yang tidak kalah krusial adalah insentif finansial melalui kebijakan beasiswa pemerintah yang baru diterbitkan. Kebijakan ini menawarkan bantuan dana pendidikan yang signifikan per tahun bagi mahasiswa berprestasi yang mengambil bidang sains dasar, teknik utama, dan teknologi strategis. Insentif ini dinilai menjadi jaminan kuat akan kebutuhan tenaga kerja di masa depan.
Meskipun antusiasme awal sangat tinggi, otoritas pendidikan setempat mengingatkan bahwa indikator keberhasilan yang sebenarnya baru akan terlihat dari kualitas kelulusan dan keterserapan alumni di pasar kerja. Saat ini, sekitar 29 persen dari total mahasiswa di Vietnam mengambil jalur STEM, dengan target ambisius pemerintah mencapai 35 persen pada tahun 2030.