Tiongkok kini tidak hanya dikenal sebagai pusat manufaktur dunia, tetapi juga menjelma menjadi destinasi wisata teknologi yang amat diminati para pelaku bisnis mancanegara. Tren baru ini menarik perhatian banyak investor, pengusaha, hingga eksekutif perusahaan global yang rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah demi mempelajari ekosistem inovasi Negeri Tirai Bambu tersebut secara langsung.
Salah satu penyedia layanan riset yang menangkap peluang ini adalah Baiguan, perusahaan asal Shanghai. Mereka menawarkan paket tur eksplorasi teknologi selama lima hari dengan tarif mencapai 15.000 dolar AS atau sekitar Rp264 juta per peserta. Chief Executive Officer Baiguan, Robert Wu, mengungkapkan bahwa program ini lahir untuk menjawab tingginya antusiasme profesional asing yang ingin memahami skala dan kecepatan pengembangan teknologi Tiongkok dari dekat.
Peningkatan minat terhadap tur teknologi juga dikonfirmasi oleh penyedia jasa lain seperti Glopen, yang mencatatkan kenaikan permintaan hingga 50 persen, dominan berasal dari klien Eropa dan Singapura. Bagi para pelaku industri, peninjauan langsung ke pusat pengoperasian robotika, kecerdasan buatan (AI), dan manufaktur maju ini difungsikan sebagai bagian penting dari proses uji tuntas (due diligence) sebelum mengambil keputusan bisnis strategis maupun investasi.
Fenomena ini kian diperkuat oleh kebijakan pemerintah Tiongkok yang menetapkan lebih dari 140 lokasi sebagai situs percontohan wisata industri. Pabrik kendaraan listrik Xiaomi di Beijing, misalnya, telah menerima lebih dari 250.000 pengunjung sejak awal pembukaannya. Beberapa fasilitas manufaktur modern bahkan membuka kunjungan publik dengan tarif yang relatif terjangkau, memberikan akses transparan pada proses produksi berskala besar.
Meski pertumbuhan industri teknologi Tiongkok menunjukkan dominasi kuat di sektor baterai dan kendaraan listrik, para analis menyarankan agar investor tetap objektif. Investor Tech Buzz China, Louis Ma, mengingatkan bahwa perusahaan-perusahaan non-Tiongkok secara global masih memegang mayoritas pangsa pasar, menguasai hak kekayaan intelektual paling unggul, serta mencetak margin keuntungan tertinggi di sektor teknologi tinggi saat ini.