PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tengah menapaki babak baru dalam struktur bisnisnya. Kehadiran pabrik di Karawang diproyeksikan menjadi katalis utama yang menggeser ketergantungan perseroan dari siklus harga pulp yang volatil menuju bisnis kemasan yang lebih menguntungkan.
Analisis pasar menunjukkan bahwa operasional pabrik di Karawang mampu memberikan margin kotor yang lebih atraktif, yakni mencapai kisaran 23 persen. Angka ini terpaut cukup jauh dibandingkan margin produk dari fasilitas produksi di Serang yang rata-rata berada di level 15 persen. Kinerja ini didorong oleh integrasi pasokan bahan baku BCTMP dan BHKP dari jaringan afiliasi perusahaan.
Proyeksi ke depan menunjukkan pergeseran fundamental dalam profil pendapatan emiten. Bisnis kemasan diprediksi bakal menyumbang hampir setengah dari total pendapatan INKP pada 2028, tepatnya di angka 49,9 persen. Hal ini menandai sejarah baru di mana lini bisnis kemasan melampaui kontribusi gabungan dari sektor pulp dan kertas grafis.
Meski terdapat potensi tekanan pada industri pulp global akibat lonjakan kapasitas produksi di sejumlah negara, INKP diyakini memiliki keunggulan kompetitif dari sisi efisiensi biaya. Indonesia saat ini dipandang sebagai salah satu basis produksi dengan biaya terendah di tingkat dunia.
Keunggulan biaya tersebut didukung oleh beberapa faktor kunci, di antaranya kontrak pasokan serat jangka panjang hingga 2035, pemanfaatan energi terbarukan yang mencapai 54 persen, serta kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara. Selain itu, struktur biaya operasional yang berbasis rupiah dengan pendapatan dalam denominasi dolar AS memberikan stabilitas lebih bagi margin laba perusahaan di masa depan.