Situasi di lingkungan Markas Polda Metro Jaya sempat menyita perhatian publik pada Kamis (9/7/2026) dini hari. Laporan lapangan menyebutkan bahwa puluhan pria yang diduga merupakan anggota TNI mendatangi kompleks Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) sekitar pukul 03.40 WIB.
Kehadiran rombongan tersebut diketahui terjadi hanya berselang beberapa jam setelah tim gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya merampungkan penggeledahan di sejumlah titik krusial. Operasi penegakan hukum ini berkaitan dengan penyidikan tiga perkara besar yang mencakup dugaan korupsi, suap, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Sumber internal mengungkapkan bahwa kedatangan kelompok tersebut diduga bertujuan untuk menjemput saksi kunci yang tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik kepolisian. Sejumlah saksi di lokasi melihat adanya pergerakan kendaraan dinas TNI yang cukup intens di sekitar gedung Ditreskrimsus sejak dini hari hingga pagi hari.
Terkait identitas pimpinan rombongan, mencuat nama Direktur C Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Brigjen Wahyo Yuniartoto, yang disebut-sebut berada di lokasi bersama Brigjen Anggiat Napitupulu. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi kehadiran para perwira tersebut di markas kepolisian terkait urusan operasional penyidikan.
Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas, secara tegas membantah seluruh informasi mengenai keterlibatan personel TNI dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak TNI menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan di bawah yurisdiksi Polri dan menampik adanya upaya intervensi terhadap mekanisme penyidikan yang tengah berlangsung.