Vietnam kini memasuki babak baru dalam peta investasi global dengan beralih dari sekadar mengejar volume modal ke arah penarikan investasi asing langsung (FDI) berkualitas tinggi. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi FDI pada paruh pertama 2026 mencapai US$34,6 miliar, angka yang mencerminkan kepercayaan investor yang kian menguat terhadap stabilitas dan masa depan ekonomi nasional di tengah tantangan geopolitik dunia.

Langkah strategis ini diperkuat oleh implementasi Resolusi No. 10-NQ/TW yang diterbitkan oleh Politbiro. Kebijakan ini menetapkan prioritas pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi seperti semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), energi hijau, serta riset dan pengembangan (R&D). Tujuannya bukan lagi sekadar akumulasi modal, melainkan membangun ekosistem di mana perusahaan multinasional dapat bersinergi dengan industri domestik.

Bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya bisnis yang dijalankan oleh perempuan, pergeseran ini membawa peluang transformatif. Sektor-sektor yang didominasi pengusaha perempuan, seperti industri tekstil, logistik, dan jasa pendukung, memiliki posisi strategis untuk masuk ke rantai pasokan global. Namun, tantangan utamanya terletak pada kemampuan memenuhi standar ketat mengenai tata kelola, transformasi digital, dan keberlanjutan atau ESG (Environmental, Social, and Governance).

Keberhasilan perusahaan seperti Minh Nguyen Supporting Industry menjadi bukti nyata bahwa bisnis lokal mampu naik kelas menjadi pemasok Tier 1 bagi raksasa teknologi global melalui peningkatan manajemen dan inovasi teknologi yang berkelanjutan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa integrasi ke dalam rantai pasokan internasional tidak hanya menjamin akses pasar, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi yang krusial bagi daya saing ekonomi nasional.

Para pakar ekonomi menekankan bahwa keberhasilan kebijakan investasi ke depan tidak akan lagi diukur dari total dolar yang masuk, melainkan dari sejauh mana teknologi dan nilai tambah terserap ke dalam ekosistem domestik. Dengan memperkuat kapasitas bisnis lokal, Vietnam optimistis dapat menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih tangguh sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelaku usaha perempuan yang proaktif dalam beradaptasi dengan pasar internasional.