Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi memperkenalkan konsep Sports Intelligence sebagai pilar strategis baru dalam sistem pembinaan olahraga di tanah air. Gagasan inovatif ini disosialisasikan melalui peluncuran buku bertajuk Sports Intelligence di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), pada Selasa (7/7).

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan akumulasi dari visi strategis yang telah ia rintis sejak menjabat pada tahun 2019. Menurutnya, paradigma olahraga modern tidak lagi sekadar mengandalkan kekuatan fisik semata, melainkan menuntut kecerdasan dalam mengelola data, informasi, dan taktik berbasis teknologi digital yang presisi.

"Olahraga kini telah bertransformasi menjadi pertempuran data dan teknologi tingkat tinggi. Sports Intelligence hadir untuk menjembatani sports science konvensional dengan inovasi digital masa depan, sehingga pengambilan keputusan bagi para pengurus maupun pelatih dapat lebih akurat dan terukur," ujar Marciano dalam keterangan resminya, Kamis (9/7).

Wakil Rektor IV UNESA, Dwi Cahyo Kartiko, menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan bahwa kolaborasi antara pihak akademisi dan organisasi olahraga merupakan langkah krusial. Momentum ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KONI Pusat dan UNESA sebagai bentuk komitmen nyata dalam pengembangan riset dan inovasi di bidang keolahragaan.

Implementasi Sports Intelligence ini nantinya akan melibatkan KONI daerah hingga induk organisasi cabang olahraga sebagai eksekutor di lapangan. Dengan sinergi berbasis ilmu pengetahuan ini, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembinaan atlet dan meraih prestasi yang lebih kompetitif di berbagai ajang internasional.