Di tengah pesatnya digitalisasi yang menyentuh berbagai sendi kehidupan, termasuk sektor keuangan dan komunikasi, tanggung jawab guru mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Pendidik kini dituntut melampaui batas-batas konvensional ruang kelas untuk menjadi pendamping utama siswa dalam menavigasi dunia maya yang penuh tantangan.

Dalam forum nasional bertajuk "Guru Berdaya, Generasi Unggul dan Tangguh Digital" yang diselenggarakan baru-baru ini di Denpasar, Bali, urgensi literasi digital bagi tenaga pendidik menjadi sorotan utama. Kegiatan yang melibatkan ratusan guru baik secara luring maupun daring ini menegaskan bahwa guru adalah instrumen krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang cakap teknologi.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, bersama jajaran pemangku kepentingan, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan. Kolaborasi ini bertujuan untuk membekali guru dengan kemampuan mumpuni dalam membimbing murid, mulai dari memfilter arus informasi hingga menjaga keamanan data pribadi di ruang siber.

Transformasi digital sejatinya menawarkan peluang emas sekaligus risiko seperti penyebaran hoaks dan ancaman keamanan digital. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki nalar kritis, etika, dan ketangguhan mental dalam menghadapi dinamika teknologi di masa depan.