Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi, secara resmi memulai babak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara melalui kerja sama pelestarian warisan budaya. Keduanya meninjau langsung Kompleks Candi Prambanan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026), untuk meresmikan program kolaborasi restorasi candi yang direncanakan berlangsung hingga tahun 2036.
Simbolis dimulainya kerja sama bertajuk 'Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation' tersebut ditandai dengan penandatanganan plakat kesepakatan. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo dan PM Modi melakukan pemantauan udara menggunakan helikopter Super Puma guna mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kondisi situs bersejarah yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO sejak 1991.
Proyek restorasi jangka panjang selama 10 tahun ini memiliki fokus utama pada pemugaran lebih dari 200 candi perwara di halaman kedua yang saat ini kondisinya sebagian besar masih berupa reruntuhan. Inisiatif ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga akan mengadopsi teknologi mutakhir untuk memastikan keakuratan rekonstruksi, termasuk penggunaan survei LiDAR, dokumentasi digital, serta pemodelan rekonstruksi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Selain pemanfaatan teknologi, tim ahli akan menerapkan metode anastilosis, yakni teknik menyusun kembali bagian-bagian candi yang telah runtuh dengan menggunakan material asli sebisa mungkin. Candi Prambanan sendiri, yang dibangun pada tahun 856 Masehi oleh Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi, merupakan mahakarya arsitektur yang mengusung konsep Trimurti. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional dan sejarah antara masyarakat Indonesia dan India yang telah terjalin selama berabad-abad.