Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam telah menyelesaikan evaluasi kinerja untuk enam bulan pertama tahun 2026. Dalam periode ini, kementerian melakukan reformasi drastis dengan meninggalkan pola administratif konvensional dan beralih ke manajemen berbasis Key Performance Indicator (KPI). Pendekatan baru yang lebih konstruktif ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi di berbagai lini sektor.
Sektor pariwisata menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat hampir 12,3 juta wisatawan internasional telah berkunjung ke Vietnam, meningkat 15% dibandingkan periode serupa tahun lalu. Capaian ini menyumbang total pendapatan sebesar 569 triliun VND. Keberhasilan ini tidak lepas dari promosi intensif, seperti yang dilakukan oleh Provinsi Gia Lai yang sukses menarik 8,75 juta pengunjung, serta pengakuan internasional bagi destinasi unggulan seperti Quy Nhon.
Selain keberhasilan di bidang pariwisata, kementerian juga melaporkan kemajuan substansial dalam pelestarian warisan budaya, penguatan industri kreatif, serta peningkatan efektivitas diplomasi budaya. Kolaborasi internasional yang lebih erat telah memperkuat posisi strategis Vietnam di mata dunia. Sektor olahraga, baik massal maupun berprestasi, juga mencatatkan perkembangan yang menggembirakan selama paruh pertama tahun ini.
Dalam pidato penutupnya, Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Lam Thi Phuong Thanh menekankan pentingnya mempertahankan semangat inovasi untuk menghadapi sisa tahun 2026. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk mempercepat penyaluran modal investasi publik, meningkatkan transformasi digital, serta mengimplementasikan program pengembangan budaya secara menyeluruh guna mencapai target nasional yang lebih luas hingga tahun 2030.