PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi mengubah arah strateginya dari fokus pertumbuhan infrastruktur fisik (growth-oriented) menjadi penciptaan nilai berkelanjutan (value-oriented). Langkah strategis ini diselaraskan dengan peta jalan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa transformasi ini memperkenalkan paradigma baru bertajuk "Infraculture" atau infrastruktur sebagai budaya. Melalui pendekatan ini, perseroan tidak lagi sekadar membangun bentangan jalan tol secara fisik, melainkan merancang ekosistem transportasi terintegrasi yang mampu memutar roda perekonomian daerah.
Hingga saat ini, Jasa Marga menguasai 42 persen pangsa pasar jalan tol komersial di Indonesia. BUMN ini mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang 1.736 kilometer, di mana 1.294 kilometer di antaranya telah beroperasi penuh dan melayani mobilitas rata-rata 3,5 juta kendaraan setiap harinya.
Untuk mengimbangi strategi baru tersebut, aspek pengalaman pengguna jalan terus ditingkatkan lewat digitalisasi. Jasa Marga memanfaatkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat kendali operasional berbasis data riil. Informasi lalu lintas ini diintegrasikan ke masyarakat lewat aplikasi Travoy yang terhubung ke lebih dari 3.500 unit CCTV, di mana aplikasi ini telah diunduh lebih dari 1,3 juta kali hingga awal Juli 2026. Efisiensi penanganan keluhan juga ditingkatkan melalui transisi nomor Call Center tunggal ke nomor 133.
Pengamat manajemen, Prof. Rhenald Kasali, menilai langkah digitalisasi Jasa Marga sangat adaptif terhadap dinamika perilaku konsumen era baru. Sejalan dengan itu, akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi menekankan pentingnya pusat data JMTC sebagai pilar utama pembangunan transportasi berkelanjutan untuk generasi masa depan.
Pergeseran strategi ini berdampak positif pada kesehatan finansial perseroan. Pada Kuartal I-2026, Jasa Marga membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp5,1 triliun, tumbuh 10,4 persen secara tahunan (YoY). Kontribusi utama berasal dari sektor tol senilai Rp4,7 triliun dan pendapatan usaha lainnya sebesar Rp397,6 miliar, dengan raihan EBITDA kokoh di angka Rp3,4 triliun pada margin 66,1 persen.
Di samping itu, Jasa Marga juga terus mengakselerasi penyelesaian sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memperkuat konektivitas. Beberapa proyek tersebut meliputi Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Jakarta–Cikampek II Selatan, hingga Akses Patimban.