Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) resmi menggelar konferensi internasional bertajuk "The Forum 2026" di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Berlangsung selama tiga hari pada 5-7 Agustus 2026, forum strategis ini bertujuan memacu transformasi digital di sektor keuangan guna merespons dinamika kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Ketua Dewan Pengurus AAMAI, Roby Loho, menjelaskan bahwa pembentukan ekosistem asuransi digital merupakan langkah krusial untuk mengubah orientasi industri. Melalui pendekatan ini, layanan asuransi tidak lagi sekadar transaksi jual-beli produk, melainkan bergeser pada kemitraan perlindungan jangka panjang yang ditopang oleh teknologi modern seperti kecerdasan buatan (AI), analisis data besar, komputasi awan, hingga Internet of Things (IoT).

Hajatan berskala internasional ini dibuka secara resmi dengan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. Selain itu, hadir pula Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, serta Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital Ahmad Ridha Sabana, yang memberikan pandangan regulasi serta arah kebijakan industri.

Kendati menawarkan potensi pasar yang menjanjikan, Roby mengakui bahwa transisi menuju sistem otomatisasi penuh masih dihadapkan pada tantangan nyata. Integrasi sistem antarmitra, isu keamanan data pribadi, hingga penyelarasan koordinasi antar pemangku kebijakan menjadi poin krusial yang memerlukan mitigasi risiko secara komprehensif.

Selain agenda keilmuan, The Forum 2026 juga merangkai empat pilar program utama. Di antaranya adalah kegiatan tanggung jawab sosial (CSR) berupa digitalisasi desa di Selomartani, Sleman, malam keakraban, konferensi akademik, hingga aktivitas jejaring sosial luar ruang di kawasan wisata Gunungkidul dan Sleman guna mempererat kolaborasi antarpeserta.