Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunjukkan progres signifikan dalam penataan birokrasi internal. Upaya pembenahan tata kelola ini berdampak langsung pada lonjakan indeks kinerja lembaga yang kini menyentuh angka 83 persen, dibarengi dengan keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menjelaskan bahwa langkah efisiensi dan reformasi ini merupakan wujud nyata dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto. Kepala Negara memberikan keleluasaan penuh bagi kementerian untuk melakukan restrukturisasi demi menciptakan sistem kerja yang lebih adaptif dan efisien.

Menurut Erick, indikator keberhasilan tata kelola baru ini merujuk pada hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Kemenpora meraih nilai kinerja 83 persen, sebuah pencapaian yang diapresiasi Menpora sembari menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penyempurnaan secara berkelanjutan.

Selain peningkatan performa kerja aparaturnya, raihan opini WTP dari BPK menjadi bukti konkret bahwa pengelolaan keuangan di Kemenpora berjalan transparan dan akuntabel. Erick menegaskan bahwa transparansi dan pembenahan birokrasi adalah dua pilar utama yang harus berjalan beriringan guna membangun kepercayaan publik terhadap instansi tersebut.