PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali mengukuhkan posisinya di kancah global dengan memborong lima penghargaan bergengsi dalam ajang Asian Banking & Finance Awards 2026 yang diselenggarakan di Singapura. Prestasi ini menjadi pengakuan nyata atas keberhasilan perseroan dalam mentransformasi model bisnis, dari sekadar bank spesialis perumahan menjadi penyedia solusi keuangan holistik.
Di bawah arahan Danantara Indonesia, BTN kini menjalankan strategi beyond mortgage yang mengintegrasikan layanan dari hulu ke hilir. Ekspansi ini mencakup optimalisasi digital banking, pembiayaan UMKM, hingga penguatan sektor komersial dan korporasi yang terhubung langsung dengan ekosistem perumahan nasional.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menyatakan bahwa penghargaan ini tidak hanya menyoroti pertumbuhan bisnis, tetapi juga keberhasilan manajemen dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), digitalisasi proses, serta manajemen risiko yang ketat. Selain itu, raihan MSCI ESG Rating AA menjadi validasi bahwa prinsip keberlanjutan telah menjadi fondasi utama dalam setiap gerak bisnis perseroan.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa Nugroho, menambahkan bahwa penguatan layanan korporasi berbasis ekosistem menjadi kunci strategis perusahaan ke depan. BTN berkomitmen untuk terus menjadi mitra finansial utama yang efisien dan berdaya saing, dengan memanfaatkan efek pengganda (multiplier effect) yang dimiliki sektor properti bagi perekonomian domestik.
Kinerja impresif ini turut tercermin dari laporan keuangan per Mei 2026. BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,85 triliun, tumbuh signifikan sebesar 54,37 persen secara tahunan, melampaui rata-rata pertumbuhan laba perbankan nasional. Ke depan, BTN bertekad untuk terus mempertahankan pertumbuhan berkualitas melalui kedisiplinan operasional dan inovasi berkelanjutan guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.