Dunia pendakian ekstrem berduka atas berpulangnya Nirmal Purja, pendaki legendaris pemegang rekor dunia asal Inggris-Nepal. Jasad pria berusia 43 tahun tersebut berhasil ditemukan oleh tim penyelamat di kawasan Gunung Broad Peak, Karakoram, Pakistan, setelah dilaporkan hilang akibat bencana longsoran salju yang menyapu jalur ekspedisinya.
Federasi Alpine Pakistan mengonfirmasi bahwa jenazah pria yang akrab disapa "Nimsdai" itu ditemukan pada ketinggian sekitar 5.700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain Purja, tim evakuasi juga menemukan tiga jenazah lainnya di area sekitar sebelum dipindahkan ke Kamp Jepang. Longsoran salju ini total merenggut sepuluh nyawa anggota tim ekspedisi Elite Expeditions, termasuk Mallory Geis dari Amerika Serikat, Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy dari Oman, dan Pur Bahadur Gurung dari Nepal.
Ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah. Ia menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas gugurnya para pendaki tangguh tersebut dan menegaskan bahwa dedikasi serta keberanian mereka akan terus menginspirasi generasi mendatang. Penghormatan serupa juga datang dari Kerajaan Inggris melalui Pangeran William dan Menteri Pertahanan Wes Streeting yang mengenang masa bakti Purja di militer.
Sebelum dikenal luas melalui film dokumenter Netflix *14 Peaks: Nothing Is Impossible*, Purja mencetak sejarah luar biasa pada tahun 2019 dengan menaklukkan seluruh 14 puncak tertinggi di dunia (di atas 8.000 mdpl) hanya dalam waktu 189 hari. Rekor fenomenal ini mematahkan catatan sebelumnya yang membutuhkan waktu lebih dari tujuh tahun.
Dedikasi luar biasa Purja tidak terlepas dari latar belakang militernya, di mana ia sempat mengabdi selama 16 tahun di Angkatan Bersenjata Inggris, termasuk sepuluh tahun di pasukan khusus. Atas prestasi bersejarahnya sebagai prajurit Gurkha pertama yang mendaki Gunung Everest saat aktif bertugas, ia dianugerahi gelar kehormatan Member of the Order of the British Empire (MBE) oleh mendiang Ratu Elizabeth II pada 2018.